Mei 20, 2009
1. Mistikisme
Cerita jenis ini tidak secara tegas menyatakan agama atau kepercayaan sang pengarang, namun pembaca dapat memperoleh kesan semangat religius sang pengarang. Di Indonesia mistikusnya adalah Danarto judul-judulnya antara lain: Godlob, Simponi Melompat Jendela, Mereka Toh Tak Mungkin Menjaring Malaikat dll. Yang judulnya saja sudah bikin dahi berkerut.
2. Fiksi ilmiah
Cerita jenis ini menyibak dunia ilmiah dan tekhnologi. Jika dalam pikiran sampeyan terbesit pertanyaan: Bagaimana sih rasanya diculik Alien? Bagaimana kehidupan di planet lain? Apa iya ya klonning manusia sudah berhasil? Intinya sampeyan suka mengikuti perkembangan tekhnologi. Di Indonesia masih jarang tulisan cerita semacam ini. Penulis dengan karya-karya jenis ini antara lain: Michael J. Fox. Jules Verne, H. G. Well, Issac Asimov dll.
3. Fantasi
Dunia khayalan memang menarik untuk di simak. Sampeyan mengangankan diri anda menjadi naga, Mendapat ilmu sihir, Menjadi raja di kerajaan atas angin maka sampeyan cocok jadi penulis cerita gaya ini. Contohnya karya fenomenal sebut saja JRR Tolkien dengan The Lord of The Ring, JK Rowling dengan Harry Potter .
Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
Serba-serbi Cerita |
Permalink
Ditulis oleh omblog
Mei 20, 2009
1. PLOT
Plot adalah perkembangan narasi sebuah cerita, susunan peristiwa yang membentuk situasi, ketegangan, emosi dan segala macam yang menimbulkan ekspresi pembaca. Aristoteles: Plot adalah sekumpulan kejadian yang harus menyatu, memadai, lengkap derajat kepentingannya.
Plot episodik adalah plot runtut. Misalnya cerita seorang penjahat, maka masa lalunya begini, alasan melakukan kejahatannya begitu, dan inilah akhirnya. Runtut dari awal sampai akhir.
Plot kompleks yaitu plot dimana ada beberapa tokoh yang diceritakan sehingga membuat susunan peristiwa yang bermacam-macam. Misal ada dua orang tokoh yang saling mencintai. Masing-masing tokohnya memiliki peristiwa yang dialami sendiri-sendiri oleh karena itu tidak hanya mengisahkan satu kejadian tokoh saja, maka dinamakan plot kompleks.
Plot fokus merupakan plot yang fokus pada satu peristiwa yang dialami karakter utama, karakter lainnya tidak menonjol hanya sebagai selingan saja.
Plot eksperimen yaitu plot yang mendapat sentuhan baru jelasnya di era komputer ini masing-masing cerita dapat meloncat-loncat sesuai keinginan pembaca dengan sebuah link, yang sebenarnya adalah kumpulan dari plot-plot yang disediakan diatas.
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Serba-serbi Cerita |
Permalink
Ditulis oleh omblog
Mei 12, 2009
Tulisan ini bertujuan bukan untuk merendahkan pembaca. Tentu sampeyan sudah tahu waktu membaca cerita yang begini namanya cerpen, yang itu novel, dan begini cerbung. Tulisan ini untuk menyegarkan ingatan kembali. Tulisan ini saya tulis untuk menghiasi blog saya dan untuk diri saya sendiri agar senang membaca blognya sendiri, demikian juga kepada sampeyan yang kira-kira sudi membacanya.
1. Cerita pendek
Cerita pendek atau disingkat cerpen adalah sebuah narasi fiksi yang panjangnya 500-10.000 kata dan lebih fokus dari model / bentuk cerita lain. Menimbulkan kejadian tunggal yang di alami karakter utama.
Cerpen telah ada sepanjang sejarah. Bisa terlacak dari adanya fabel, epik dongeng (abad pertengahan “abad ke-5 sampai abad ke-15”). Cerpen mulai di akui menjadi model tulisan sastra pada abad 19 sebagai hasil munculnya media dan bacaan santai dan munculnya bapak cerpen dunia Edgar Allan Poe, beliau adalah kritikus dan penulis cerpen di media yang pertama.
Dalam ulasannya atas karya Nathaniel Hawthorne’s Twice Tole Tale(1842), Poe untuk pertamakali membangun aturan dalam cerpen, ia menyebut cerpen dengan prose tale. Prose tale adalah narasi yang bisa dibaca sekali duduk dengan waktu baca setengah hingga dua jam. Unik punya efek tunggal. Plot dan karakter diwujudkan dengan tindakan bukan dalam komentar dan deskripsi pengarang. Begitu kata bapak cerpen kita.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Serba-serbi Cerita |
Permalink
Ditulis oleh omblog